George Eliot, nama pena dari Mary Ann Evans, merupakan salah
satu penulis terkemuka dalam sastra Inggris pada abad ke-19. Meskipun selama hidupnya ia lebih dikenal karena kecerdasan dan pandangan yang tajam mengenai masyarakat, karya-karya Eliot tetap relevan hingga kini. Dengan kemampuannya dalam menggambarkan karakter manusia dan kompleksitas hubungan sosial, Eliot membahas banyak isu penting seperti moralitas, kebebasan, dan kehidupan sosial dalam karyanya. Artikel ini akan membahas kehidupan, karya, dan pengaruh George Eliot dalam dunia sastra.
Awal Kehidupan dan Pendidikan
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Mary Ann Evans dilahirkan pada 22 November 1819 di Arbury Hall, Warwickshire, Inggris, dalam keluarga yang cukup berpendidikan meski sederhana. Ayahnya, Robert Evans, adalah seorang manajer pertanian, sementara ibunya, Christina, berasal dari keluarga yang lebih berpendidikan. Sejak kecil, Evans menunjukkan minat besar terhadap sastra dan filsafat. Di usia muda, ia mulai mempelajari bahasa Latin dan sastra klasik, dua hal yang kemudian sangat mempengaruhi karyanya.
Evans melanjutkan pendidikannya di Rugby School dan Coventry. Namun, pendidikan formal yang ia terima lebih terbatas karena pada saat itu perempuan biasanya tidak mendapatkan akses yang sama untuk memperoleh pendidikan mendalam seperti laki-laki. Meskipun demikian, kecerdasannya sangat menonjol, dan ia akhirnya memilih untuk melanjutkan penulisannya dengan menggunakan nama pena George Eliot untuk menghindari prasangka terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh wanita pada masanya.
Pengaruh Filosofi dan Sastra
Sepanjang hidupnya, Mary Ann Evans dipengaruhi oleh banyak filsuf, terutama tulisan-tulisan Spinoza dan John Stuart Mill. Pemikirannya yang mendalam tentang moralitas, kebebasan, dan posisi wanita dalam masyarakat tercermin dalam banyak novel-novelnya. Pengaruh ini menjadikannya sebagai penulis dengan pemikiran yang sangat terbuka dan berani mengangkat isu-isu kontroversial di zamannya, seperti pernikahan dan peran wanita dalam kehidupan sosial.
Karya-Karya Terkenal
Middlemarch: Karya Terbesar Eliot
Salah satu karya terpenting yang dihasilkan oleh George Eliot adalah Middlemarch, yang dianggap sebagai salah satu novel terbaik dalam sastra Inggris. Diterbitkan pada tahun 1871-1872, novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat Inggris pada abad ke-19 dengan menyoroti isu-isu seperti politik, pernikahan, dan keadilan sosial. Dengan karakter yang berkembang dengan baik dan plot yang penuh kejutan, Middlemarch tetap menjadi karya yang sering dipelajari di berbagai institusi pendidikan.
Silas Marner dan Adam Bede
Selain Middlemarch, Eliot juga menulis beberapa karya penting lainnya, seperti Silas Marner (1861) dan Adam Bede (1859). Silas Marner mengisahkan seorang penenun yang terasing dari masyarakat, namun menemukan kembali kemanusiaannya melalui kasih sayang terhadap seorang anak yang ia adopsi. Novel ini menunjukkan kekuatan cinta dan kebaikan hati dalam mengubah hidup seseorang. Di sisi lain, Adam Bede lebih berfokus pada perjuangan moral dan konsekuensi dari pilihan yang diambil, yang menggambarkan kekuatan karakter dalam menghadapi tantangan sosial.
Pengaruh dan Warisan
Pengaruh Terhadap Sastra Inggris
George Eliot memberikan pengaruh bagi banyak penulis besar setelahnya, termasuk Thomas Hardy dan Henry James. Dengan gaya penulisan yang tajam dan karakter-karakter yang kompleks, Eliot mengubah cara pandang masyarakat terhadap sastra Inggris dan membuka kesempatan bagi penulis perempuan untuk lebih dihargai di dunia sastra. Ia menghadapi hambatan gender yang ada pada masanya dan menciptakan namanya sebagai salah satu penulis utama dalam sejarah sastra Inggris.
Peninggalan Sosial dan Filosofis
Selain sebagai seorang penulis, George Eliot juga dikenal sebagai seorang intelektual. Ia sangat tajam dalam mengkritisi norma-norma sosial dan konservatisme yang berlaku di Inggris pada masa itu. Karya-karyanya mengundang pembaca untuk merenungkan tentang moralitas dan keadilan, serta bagaimana keputusan yang kita ambil dalam hidup bisa mempengaruhi kehidupan orang lain. Gagasan ini tidak hanya mempengaruhi sastra, tetapi juga pada perkembangan sosial dan politik di Inggris.